
Jakarta – Cuaca yang belakangan terasa lebih terik membuat banyak orang mencari minuman yang dapat menyegarkan tubuh, termasuk kopi. Meski begitu, mengonsumsi kopi saat suhu udara tinggi tetap perlu dilakukan dengan bijak agar tubuh tidak kekurangan cairan.
Kopi mengandung kafein yang memiliki efek diuretik ringan sehingga dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Di sisi lain, cuaca panas membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat. Bila asupan cairan tidak tercukupi, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko dehidrasi.
Meski demikian, bukan berarti kopi harus dihindari sepenuhnya. Dengan beberapa penyesuaian sederhana, kamu tetap bisa menikmati secangkir kopi tanpa mengabaikan kebutuhan cairan tubuh. Berikut tipsnya, dirangkum dari berbagai sumber kesehatan.
1. Perbanyak minum air putih
Saat cuaca panas, tubuh membutuhkan lebih banyak cairan untuk menggantikan keringat yang keluar. Karena itu, biasakan minum segelas air putih sebelum atau setelah menikmati kopi.
Menurut Mayo Clinic, kopi tetap menyumbang asupan cairan harian. Namun, air putih tetap menjadi pilihan utama untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Kebiasaan ini juga dapat membantu mengurangi risiko haus berlebihan, sakit kepala, maupun rasa lelah akibat kekurangan cairan.
2. Pilih kopi dingin
Jika ingin tetap menikmati kopi saat udara sedang terik, kopi dingin bisa menjadi alternatif yang lebih nyaman dibandingkan kopi panas.
Minuman seperti iced coffee atau cold brew memberikan sensasi lebih segar. Cold brew juga umumnya memiliki tingkat keasaman yang lebih rendah sehingga terasa lebih ringan di lambung.
Meski demikian, sebaiknya batasi penggunaan gula, sirup, atau krimer dalam jumlah berlebihan karena tambahan tersebut dapat meningkatkan kalori sekaligus membuat tubuh lebih mudah merasa haus.
3. Jangan berlebihan mengonsumsi kafein
Membatasi jumlah kopi yang diminum juga penting saat cuaca panas. Asupan kafein yang terlalu tinggi dapat memicu efek samping seperti jantung berdebar, gelisah, hingga lebih sering buang air kecil.
Mayo Clinic menyebutkan bahwa konsumsi kafein hingga sekitar 400 miligram per hari atau setara kurang lebih empat cangkir kopi masih tergolong aman bagi sebagian besar orang dewasa sehat.
Mengonsumsi kopi dalam batas yang wajar membantu tubuh menjaga keseimbangan cairan dengan lebih baik.
4. Hindari kopi ketika tubuh sudah kekurangan cairan
Setelah beraktivitas di bawah terik matahari atau berolahraga, sebaiknya jangan langsung mengonsumsi kopi apabila tubuh menunjukkan tanda-tanda dehidrasi.
Menurut Cleveland Clinic, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memenuhi kebutuhan cairan dengan air putih atau minuman yang mengandung elektrolit. Setelah kondisi tubuh kembali terhidrasi, barulah kopi dapat dikonsumsi.
Beberapa tanda dehidrasi yang perlu diwaspadai meliputi mulut terasa kering, sakit kepala, pusing, tubuh lemas, serta warna urine yang lebih pekat.
5. Sesuaikan dengan respons tubuh
Setiap orang memiliki toleransi yang berbeda terhadap kafein. Ada yang tetap merasa nyaman minum kopi saat cuaca panas, tetapi ada pula yang lebih mudah berkeringat atau mengalami jantung berdebar.
Verywell Health menjelaskan bahwa efek diuretik kopi biasanya lebih terasa pada orang yang jarang mengonsumsi kafein. Sebaliknya, peminum kopi rutin cenderung telah beradaptasi sehingga efek tersebut tidak terlalu kuat.
Karena itu, penting untuk mengenali respons tubuh masing-masing. Jika setelah minum kopi justru merasa semakin haus atau tidak nyaman, sebaiknya kurangi porsinya dan perbanyak konsumsi air putih agar kebutuhan cairan tetap terpenuhi.
