
Jakarta – Menjalani program diet bukan berarti harus menghindari semua jenis minyak goreng. Justru, memilih minyak yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan sekaligus mendukung proses penurunan berat badan.
Beberapa jenis minyak mengandung lemak tak jenuh, antioksidan, hingga asam lemak omega-3 yang berperan dalam menjaga metabolisme, kesehatan jantung, dan kadar gula darah. Karena itu, minyak sehat bisa menjadi pilihan untuk memasak sehari-hari selama digunakan dalam jumlah yang wajar.
Dirangkum dari Woman’s World, berikut lima jenis minyak yang layak dipertimbangkan.
1. Extra Virgin Olive Oil (EVOO)
Extra virgin olive oil atau EVOO menjadi salah satu minyak yang paling sering direkomendasikan oleh ahli gizi. Minyak ini kaya akan lemak tak jenuh tunggal yang dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Menurut ahli diet terdaftar Bourgeois, kandungan tersebut mendukung metabolisme tubuh sekaligus membantu mengontrol nafsu makan. EVOO juga mengandung antioksidan yang berperan menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Minyak ini paling cocok digunakan sebagai dressing salad atau untuk memasak dengan api kecil hingga sedang agar kandungan nutrisinya tetap terjaga.
2. Minyak Alpukat
Popularitas minyak alpukat terus meningkat berkat kandungan lemak sehat yang dimilikinya. Minyak ini juga didominasi lemak tak jenuh tunggal yang dikaitkan dengan hasil penurunan berat badan yang lebih baik tanpa banyak mengurangi massa otot.
Keunggulan lainnya adalah titik asap yang tinggi sehingga minyak alpukat tetap stabil ketika digunakan pada suhu tinggi.
Karena itu, minyak ini cocok dipakai untuk memanggang, menumis, maupun memanggang sayuran di dalam oven.
3. Minyak Kanola
Minyak kanola berasal dari biji tanaman canola yang merupakan hasil pengembangan tanaman rapeseed dengan kadar asam erukat rendah.
Rasanya yang ringan membuat minyak ini mudah dipadukan dengan berbagai jenis masakan, mulai dari memanggang hingga membuat saus salad.
Selain lebih ekonomis dibanding beberapa minyak sehat lainnya, minyak kanola juga rendah lemak jenuh dan mengandung asam lemak omega-3 ALA yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung.
4. Minyak Wijen
Selain memberikan aroma dan cita rasa khas pada masakan, minyak wijen juga menawarkan manfaat kesehatan.
Menurut ahli gizi Turoff, minyak ini mengandung antioksidan yang dapat membantu melindungi kesehatan jantung. Namun karena kandungan kalorinya tetap tinggi, penggunaannya sebaiknya dibatasi.
Satu hingga dua sendok teh sudah cukup untuk memberikan rasa pada tumisan maupun dressing salad tanpa menambah kalori secara berlebihan.
5. Minyak Biji Chia
Meski berasal dari biji berukuran kecil, minyak chia memiliki kandungan nutrisi yang cukup melimpah.
Bourgeois menjelaskan bahwa minyak ini kaya akan asam lemak omega-3 yang berperan dalam mengurangi peradangan, mendukung metabolisme tubuh, serta membantu menjaga kesehatan jantung.
Selain itu, kandungan lemak sehatnya juga dikaitkan dengan kontrol gula darah yang lebih baik. Minyak biji chia lebih cocok digunakan sebagai campuran smoothie atau dressing salad dibandingkan untuk menggoreng.
Pilih Minyak Sesuai Kebutuhan
Tidak ada satu jenis minyak yang paling sempurna untuk semua orang. Masing-masing memiliki keunggulan tersendiri, baik dari segi kandungan nutrisi maupun cara penggunaannya.
Selama dipakai dalam jumlah yang sesuai dan dipadukan dengan pola makan seimbang, minyak sehat seperti EVOO, minyak alpukat, kanola, wijen, maupun minyak biji chia dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat sekaligus membantu mendukung program diet.
