
RATUSAN kepala keluarga di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terdampak kekeringan. Mereka mengalami krisis air bersih bersamaan kemarau panjang yang terjadi lebih dari sebulan terakhir.
Manager Pusat Pengendalian dan Operasional (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan krisis air bersih terjadi di 1 RW di Kecamatan Cicurug. Terdapat empat RT di dua kampung yang mengalami kesulitan air.
“Berdasarkan laporan dan hasil pantauan di lapangan, krisis air bersih terjadi di Kampung Legok Bitung RT 01 dan Kampung Kebon Kawung RT 02, 03, dan 04 di Desa Nanggerang,” kata Daeng, Minggu (12/7).
Daeng menyebutkan, hasil pendataan di lapangan, mayoritas warga setempat mengandalkan air sumur. Saat ini, air sumur di masing-masing rumah sudah menyusut.
“Di empat RT yang tersebar di satu RW itu terdapat 400 kepala keluarga atau sekitar 1.000 jiwa yang mengalami krisis air bersih,” ungkapnya.
Pada Sabtu (11/7) BPBD mendistribusikan bantuan air bersih bagi warga terdampak bencana. Terdapat 10 ribu liter air yang disalurkan ke masyarakat setempat.
“Pada Sabtu kami sudah mengirimkan bantuan air bersih sebanyak dua tangki. Masing-masing tangki mengangkut 5 ribu liter,” tutur Daeng.
BPBD melalui Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) setempat terus berkoordinasi antara lain dengan perangkat desa, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat melakukan asesmen di lokasi kejadian.
