
Jakarta – Minyak zaitun kerap disebut sebagai salah satu sumber lemak sehat yang baik untuk dikonsumsi sehari-hari. Bukan hanya sebagai bahan masakan, minyak ini juga memiliki berbagai kandungan yang dikaitkan dengan kesehatan jantung, otak, hingga pencernaan.
Dari berbagai jenis minyak zaitun, Extra Virgin Olive Oil (EVOO) menjadi salah satu yang banyak direkomendasikan. Minyak ini dapat digunakan sebagai dressing salad, campuran makanan, cocolan roti, maupun dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai.
Dilansir dari Martha Stewart, ahli gizi menyarankan konsumsi minyak zaitun secara rutin sebagai bagian dari pola makan sehat. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengonsumsinya sekitar 1-2 sendok makan per hari, dengan tetap memperhitungkan kebutuhan kalori secara keseluruhan.
Kandungan lemak tak jenuh tunggal serta berbagai senyawa antioksidan membuat minyak zaitun menarik untuk dimasukkan ke dalam menu harian. Lantas, apa saja manfaat yang bisa diperoleh?
1. Membantu menjaga fungsi otak
Tak hanya bermanfaat bagi jantung, minyak zaitun juga dikaitkan dengan kesehatan otak. Kandungan vitamin E dan polifenol di dalamnya memiliki sifat antioksidan yang dapat membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas dan stres oksidatif.
Sejumlah penelitian juga menemukan adanya hubungan antara pola makan yang kaya minyak zaitun dengan risiko gangguan neurodegeneratif yang lebih rendah, termasuk Alzheimer.
Studi lain turut menemukan hubungan antara konsumsi minyak zaitun dan penurunan risiko kematian yang berkaitan dengan demensia. Meski demikian, manfaat tersebut tetap perlu dilihat sebagai bagian dari pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan.
2. Mendukung kesehatan jantung
Salah satu alasan minyak zaitun banyak digunakan dalam pola makan sehat adalah kandungan lemak tak jenuh tunggalnya.
Lauren Manaker, ahli gizi, menjelaskan bahwa jenis lemak tersebut dapat membantu memperbaiki profil kolesterol dengan menurunkan kadar LDL atau kolesterol “jahat” dan membantu meningkatkan HDL atau kolesterol “baik”.
Minyak zaitun juga mengandung polifenol dan vitamin E yang memiliki aktivitas antioksidan. Senyawa tersebut dapat membantu melindungi tubuh dari stres oksidatif yang dapat memengaruhi kesehatan pembuluh darah.
3. Membantu melawan peradangan
Peradangan merupakan bagian dari respons alami tubuh. Namun, peradangan kronis dan stres oksidatif yang berlangsung terus-menerus berkaitan dengan berbagai kondisi kesehatan, termasuk penyakit metabolik dan degeneratif.
Minyak zaitun mengandung polifenol yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Senyawa tersebut membantu melawan radikal bebas yang dapat merusak sel dan jaringan tubuh.
Dengan memasukkan sumber lemak sehat seperti minyak zaitun dalam pola makan seimbang, tubuh bisa mendapatkan asupan senyawa yang membantu menjaga sel dari tekanan oksidatif.
4. Mendukung kesehatan pencernaan
Manfaat lain minyak zaitun berkaitan dengan sistem pencernaan. Polifenol di dalamnya dapat berperan sebagai sumber makanan bagi mikroorganisme baik yang hidup di dalam usus.
Keseimbangan mikrobioma usus penting untuk mendukung proses pencernaan sekaligus penyerapan nutrisi.
Selain itu, minyak zaitun dapat membantu melumasi saluran pencernaan dan mendukung pergerakan usus. Hal tersebut membuatnya berpotensi membantu orang yang mengalami masalah seperti sembelit.
Menjaga kesehatan saluran pencernaan juga penting karena kondisi mikrobioma usus berkaitan dengan berbagai aspek kesehatan tubuh.
5. Berkaitan dengan risiko penyakit kronis yang lebih rendah
Konsumsi minyak zaitun secara rutin juga dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah terhadap sejumlah penyakit kronis.
Sejumlah penelitian observasional menemukan hubungan antara konsumsi minyak zaitun dan risiko penyakit seperti diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, serta beberapa jenis kanker yang lebih rendah.
Lemak tak jenuh dalam minyak zaitun juga dapat membantu mendukung sensitivitas insulin dan pengaturan kadar gula darah.
Beberapa penelitian bahkan menemukan bahwa orang yang rutin mengonsumsi minyak zaitun memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung dan berbagai penyebab lainnya yang lebih rendah. Meski demikian, minyak zaitun bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan panjang usia seseorang.
Pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, kualitas tidur, kondisi kesehatan, serta berbagai faktor gaya hidup lainnya tetap berperan penting.
Dengan kandungan lemak tak jenuh, polifenol, dan vitamin E, minyak zaitun dapat menjadi salah satu pilihan sumber lemak sehat. Agar manfaatnya optimal, konsumsinya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan tidak berlebihan karena minyak zaitun tetap mengandung kalori.
