
Jakarta – Roti tidak hanya menjadi sumber karbohidrat, tetapi juga bisa menjadi bagian dari pola makan sehat jika jenisnya dipilih dengan tepat. Dua pilihan yang cukup populer adalah sourdough dan roti gandum utuh.
Keduanya sama-sama menawarkan nutrisi yang lebih baik dibandingkan sebagian roti putih biasa. Namun, karakteristik dan keunggulan keduanya tidak sama. Sourdough lebih dikenal dengan proses fermentasinya, sedangkan roti gandum utuh unggul dari sisi kandungan serat.
Dikutip dari Tasting Table, berikut perbedaan sourdough dan roti gandum utuh yang perlu diketahui sebelum memilihnya.
1. Sourdough Mengandalkan Proses Fermentasi
Sourdough dibuat menggunakan campuran tepung, air, garam, serta starter yang mengandung mikroorganisme hidup. Starter tersebut difermentasi secara alami hingga menghasilkan karakter rasa asam yang menjadi ciri khas roti ini.
Membuat starter sourdough membutuhkan waktu karena campuran tepung dan air harus difermentasi dan dirawat secara rutin. Proses memberi makan starter ini dikenal dengan istilah feeding agar mikroorganisme di dalamnya tetap aktif.
Fermentasi tersebut menghasilkan roti dengan tekstur kenyal dan rasa yang sedikit asam. Prosesnya juga dapat mengubah sebagian komponen dalam adonan sehingga sourdough cenderung lebih mudah dicerna dibandingkan sejumlah jenis roti biasa.
2. Whole Wheat Dibuat dari Biji Gandum Utuh
Berbeda dengan sourdough, keunggulan roti gandum utuh terletak pada bahan dasarnya. Whole wheat bread dibuat dari tepung yang berasal dari seluruh bagian biji gandum.
Bagian tersebut terdiri dari dedak atau bran, endosperma, dan lembaga atau germ. Karena tidak menghilangkan bagian-bagian tersebut, roti gandum utuh umumnya memiliki kandungan serat, vitamin, dan mineral lebih tinggi dibandingkan roti yang dibuat dari tepung terigu olahan.
Inilah yang membuat roti gandum utuh kerap menjadi pilihan bagi orang yang ingin meningkatkan asupan serat sehari-hari.
3. Kandungan Gizi Keduanya Cukup Berimbang
Sourdough dan roti gandum utuh sama-sama dapat memberikan protein serta karbohidrat. Dalam porsi sekitar 60 gram, keduanya dapat mengandung kurang lebih 8 gram protein, dengan jumlah kalori sekitar 160-180.
Namun, perbedaan cukup terlihat pada kandungan serat. Roti gandum utuh dapat menyediakan sekitar 4 gram serat dalam satu porsi, sedangkan sourdough sekitar 1,83 gram.
Dengan demikian, orang yang lebih memprioritaskan asupan serat dapat mempertimbangkan roti gandum utuh sebagai pilihan.
4. Fermentasi Membuat Sourdough Punya Keunggulan Tersendiri
Salah satu daya tarik sourdough adalah proses fermentasinya. Mikroorganisme dalam starter membantu mengubah sejumlah komponen pada adonan, termasuk sebagian struktur gluten.
Proses tersebut membuat sourdough cenderung lebih mudah dicerna bagi sebagian orang dibandingkan roti biasa. Namun, sourdough tetap mengandung gluten sehingga tidak dapat dianggap aman bagi penderita penyakit celiac.
Fermentasi juga dapat membantu meningkatkan ketersediaan beberapa mineral sehingga tubuh lebih mudah menyerap nutrisi tertentu. Selain itu, sourdough umumnya memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan beberapa jenis roti biasa.
5. Gandum Utuh Unggul dalam Kandungan Serat
Jika mencari roti dengan kandungan serat lebih tinggi, whole wheat bread bisa menjadi pilihan. Selain serat, roti yang dibuat dari seluruh bagian biji gandum juga menyediakan zat besi, magnesium, kalium, kalsium, fosfor, serta sejumlah vitamin B.
Serat pada gandum utuh membantu memperlambat proses pencernaan sehingga rasa kenyang dapat bertahan lebih lama. Asupan serat yang cukup juga penting untuk menjaga fungsi sistem pencernaan dan mendukung kesehatan jantung.
Karbohidrat kompleks dalam gandum utuh turut memberikan energi secara lebih bertahap dibandingkan karbohidrat yang telah banyak mengalami pemrosesan.
Mana yang Sebaiknya Dipilih?
Sourdough dan roti gandum utuh sama-sama dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan masing-masing.
Sourdough bisa dipertimbangkan bagi orang yang menyukai roti hasil fermentasi dan ingin mendapatkan tekstur serta rasa yang khas. Sementara itu, roti gandum utuh lebih unggul jika prioritasnya adalah meningkatkan asupan serat.
Apa pun pilihannya, perhatikan label produk dan pilih roti yang tidak terlalu banyak mengandung gula tambahan, garam, atau bahan tambahan lainnya. Dengan begitu, roti dapat menjadi bagian dari pola makan yang tetap seimbang.
