
Jakarta – Buah memang dikenal sebagai makanan sehat yang kaya vitamin, mineral, dan serat. Namun, menurut ahli gizi, ada beberapa jenis buah yang kurang ideal jika dikonsumsi sebagai menu utama saat sarapan.
Sarapan dengan buah sering dianggap sebagai pilihan praktis sekaligus menyehatkan. Kandungan serat, vitamin, mineral, serta gula alami di dalam buah memang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.
Meski begitu, tidak semua buah memberikan manfaat yang sama ketika disantap pada pagi hari. Ahli gizi Nichola Ludlam-Raine bahkan membuat penilaian terhadap sejumlah buah berdasarkan kandungan vitamin, mineral, serat, dan gula alaminya.
Dikutip dari Daily Mail, Ludlam-Raine menjelaskan bahwa gula dalam buah umumnya berupa fruktosa. Kandungan serat di dalamnya membantu memperlambat proses pencernaan sehingga kenaikan gula darah tidak berlangsung terlalu cepat.
Lantas, buah apa saja yang dinilai kurang cocok menjadi pilihan sarapan?
1. Pisang
Pisang menjadi salah satu buah yang cukup sering disantap saat sarapan. Namun, ahli gizi justru menilai buah ini bukan pilihan paling ideal jika dikonsumsi sendirian di pagi hari.
Pisang bersama anggur termasuk buah yang memiliki kandungan gula alami cukup tinggi. Jika dikonsumsi tanpa pendamping makanan lain, gula darah berpotensi naik lebih cepat dan membuat rasa lapar datang kembali dalam waktu singkat.
Selain itu, pisang mengandung asam amino yang dapat membantu melebarkan pembuluh darah. Kondisi tersebut pada sebagian orang mungkin membuat tubuh terasa lebih rileks atau mengantuk.
Meski begitu, pisang tetap memiliki banyak nutrisi. Buah ini merupakan sumber kalium, vitamin B6, dan serat yang baik. Pisang juga dapat memberikan energi dengan cepat serta mendukung kesehatan jantung.
2. Nanas
Nanas juga masuk dalam daftar buah yang kurang ideal untuk dijadikan menu sarapan utama.
Buah tropis ini mengandung gula alami cukup tinggi. Selain itu, rasa asam dari nanas dan sari buahnya berpotensi membuat gusi terasa tidak nyaman atau mengalami iritasi pada sebagian orang.
Namun, bukan berarti nanas harus dihindari. Nanas tetap kaya vitamin C dan mengandung bromelain, yaitu enzim yang dikaitkan dengan proses pencernaan serta membantu mengurangi peradangan.
3. Melon
Berbagai jenis melon, termasuk semangka, cantaloupe, dan honeydew, juga mendapat penilaian rendah sebagai pilihan sarapan.
Sebagian besar kandungan melon berupa air sehingga buah ini memang dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan. Beberapa jenis melon juga menyediakan vitamin C dan vitamin A.
Sayangnya, kandungan serat dan nutrisi keseluruhannya dinilai lebih rendah dibandingkan sejumlah buah lainnya. Kandungan gula alaminya berada pada tingkat sedang, tetapi melon tetap dianggap kurang unggul jika dijadikan pilihan utama untuk sarapan.
Buah yang Lebih Ideal untuk Sarapan
Jika ingin menyantap buah pada pagi hari, Ludlam-Raine menyarankan beberapa pilihan dengan nilai nutrisi lebih baik.
Jeruk, kiwi, dan kelompok buah berry mendapatkan skor 5/5. Ketiganya kaya akan beragam antioksidan, vitamin, dan serat yang dapat membantu melengkapi kebutuhan nutrisi harian.
Buah berry juga dikenal tinggi vitamin C dan berbagai senyawa antioksidan. Konsumsinya dikaitkan dengan tingkat peradangan yang lebih rendah sehingga dapat membantu melindungi sel dan jaringan tubuh.
Sementara itu, beberapa buah lain seperti pir, apel, grapefruit, dan mangga mendapatkan skor 4/5 dan masih bisa menjadi alternatif sehat untuk menu sarapan.
