
Jakarta – Selama hampir dua dekade, seorang influencer asal Australia menjalani pola makan yang terbilang tidak biasa. Ia rutin mengonsumsi makanan tinggi gula dan justru mengklaim kebiasaan tersebut membuat kondisi tubuhnya semakin sehat.
Influencer yang dikenal dengan nama Freelee atau melalui akun media sosial @freeleethebananagirl itu mengaku telah menerapkan pola makan tersebut selama 18 tahun. Menurut pengakuannya, diet yang kaya akan gula dan buah-buahan memberikan perubahan besar terhadap kesehatan tubuhnya.
Dilansir dari Ladbible, Freelee menjalani pola makan frugivore vegan yang sebagian besar terdiri dari makanan berbasis buah. Selain mengonsumsi karbohidrat dari sumber nabati, ia juga menambahkan gula putih ke dalam menu hariannya.
Freelee bahkan secara terbuka menolak anggapan bahwa konsumsi gula dalam jumlah besar selalu berdampak buruk bagi kesehatan. Ia menyebut dirinya sebagai sosok yang sangat memahami gula dan mengajak orang lain untuk tidak langsung takut terhadap bahan pemanis tersebut.
Dalam kesehariannya, Freelee diketahui menambahkan gula putih ke dalam minuman, termasuk air dan smoothies pisang. Jumlah gula putih yang dikonsumsinya mencapai sekitar 100 gram setiap hari.
Menurut Freelee, pola makan tersebut memberikan sejumlah manfaat bagi dirinya. Ia mengaku memiliki energi lebih banyak, suasana hati yang lebih baik, serta pemulihan tubuh yang lebih cepat setelah melakukan aktivitas olahraga.
Sebelum menerapkan pola makan tinggi buah dan gula, Freelee mengaku pernah mengalami sejumlah masalah kesehatan. Ia menyebut pernah menghadapi gangguan pencernaan, bulimia, anoreksia, hingga memiliki riwayat penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
Namun, setelah menjalani pola makan berbasis buah selama bertahun-tahun, ia mengklaim mengalami perubahan besar. Freelee merasa tubuhnya pulih dan kondisi kesehatannya menjadi jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Ia mengatakan berat badannya kini stabil, energinya meningkat, dan kondisi kulitnya menjadi lebih bersih. Selain itu, Freelee juga mengaku siklus menstruasinya lebih teratur dan tidak lagi disertai rasa sakit.
Tak hanya itu, ia merasa kemampuan fokusnya semakin baik. Freelee bahkan menyebut dirinya telah terbebas dari irritable bowel syndrome atau IBS, gangguan pada sistem pencernaan yang sebelumnya cukup mengganggu kehidupannya.
Menurut Freelee, sukrosa bukanlah musuh utama bagi kesehatan. Ia berpendapat bahwa masalah kesehatan lebih banyak dipengaruhi oleh konsumsi lemak dan protein yang berlebihan.
Ia percaya tubuhnya menjadi lebih sehat setelah mengurangi asupan lemak dan protein, sementara konsumsi buah serta gula justru ditingkatkan. Dalam pandangannya, persoalan utama bukan semata-mata berasal dari gula.
Freelee menilai resistensi insulin dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pola makan tinggi lemak, kurangnya asupan makanan yang mencukupi, serta konsumsi makanan olahan secara berlebihan.
“Sekarang umur saya 45 tahun dan merasa sangat sehat. Saya tinggal di negara dengan iklim tropis, dan saya sering disebut terlihat 10 tahun lebih muda. Buah dan gula benar-benar menyembuhkan saya,” ungkap Freelee.
Meski begitu, pola makan yang dijalani influencer tersebut memicu beragam tanggapan. Tidak sedikit pihak yang mempertanyakan keamanan konsumsi gula dalam jumlah tinggi secara rutin.
Para ahli tetap mengingatkan pentingnya menerapkan pola makan yang seimbang. Konsumsi gula berlebihan juga tetap perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.
Dr. Hana Patel, ahli kesehatan mental sekaligus GP Medico-Legal Expert Witness, menjelaskan bahwa pola makan yang kaya buah dan sayuran memang memiliki manfaat bagi tubuh.
“Pola diet yang kaya akan buah dan sayuran memang terbukti dapat menurunkan risiko penyakit jantung, stroke dan beberapa tipe kanker,” ungkap Dr. Hana.
Buah dan sayuran diketahui mengandung berbagai zat gizi penting, serat, serta senyawa alami dari tumbuhan yang bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan kalorinya yang relatif rendah juga dapat membantu seseorang menjaga berat badan tetap ideal.
Meski demikian, para ahli tetap menekankan bahwa pola makan sehat sebaiknya dilakukan secara seimbang dan tidak hanya bergantung pada satu jenis makanan atau satu kelompok nutrisi saja.
