
Sering Diabaikan, 7 Bahan Makanan Ini Wajib Dicuci Bersih Sebelum Diolah
Proses pembersihan bahan makanan sebelum dimasak kerap dianggap sekadar formalitas. Padahal, tahapan ini sangat krusial untuk mengeliminasi sisa pestisida, kontaminasi kuman, hingga kotoran mikroskopis yang menempel sepanjang rantai distribusi.
Mengutip pandangan para pakar keamanan pangan dari RD, berikut adalah tujuh jenis bahan makanan yang pantang langsung diolah tanpa dicuci terlebih dahulu:
1. Buah Berkulit Tebal (Alpukat & Melon)
Meski kulitnya dibuang dan tidak dikonsumsi, buah seperti alpukat dan melon wajib dicuci hingga bersih sebelum dipotong. Ahli gizi Colene Stoernell dan Lauren Manaker mengingatkan bahwa permukaan kulit luar kerap dihinggapi bakteri berbahaya seperti Listeria dan Salmonella akibat proses pemindahan barang atau sentuhan banyak orang di pasar. Saat mata pisau mengiris kulit yang kotor, kuman dapat dengan mudah berpindah langsung ke bagian daging buah. Untuk melon, disarankan membersihkan permukaan kulitnya menggunakan sikat khusus di bawah air mengalir.
2. Aneka Biji-Bijian (Beras, Quinoa, dan Barley)
Proses perebusan tidak lantas menggantikan pentingnya membilas biji-bijian. Pakar pangan Caitlin Hoff menjelaskan bahwa membilas beras atau quinoa menggunakan air dingin berfungsi menyingkirkan sisa debu, mikroba, serta kelebihan zat pati (starch) sehingga tekstur hasil masakan menjadi lebih pulen. Khusus pada quinoa, pembilasan sangat penting untuk membuang lapisan saponin alami yang menyisakan rasa pahit.
3. Daging Kerang dan Seafood Cangkang
Meskipun cangkangnya tidak dikonsumsi, mikroba, lumpur, dan butiran pasir yang menempel pada cangkang kerang dapat dengan mudah mengontaminasi daging di dalamnya saat proses memasak. Pakar kesehatan Rebecca Park merekomendasikan untuk membilas kerang di bawah air mengalir, kemudian merendamnya dalam larutan air garam dingin di dalam kulkas selama 30 menit sebelum disikat kembali hingga steril.
4. Olahan Kacang dalam Kemasan Kaleng
Kacang kalengan memang siap pakai, namun cairan perendam di dalamnya umumnya mengandung kadar natrium (garam) yang cukup tinggi. Membilas kacang kaleng dengan air bersih setelah dibuka dapat membantu memangkas kadar garam berlebih yang tidak diperlukan, sehingga sajian jadi lebih sehat bagi kontrol asupan natrium harian.
5. Kemasan Luar Kaleng, Botol, dan Stoples
Bagian luar kemasan minuman soda, botol saus, atau bahan kalengan telah melewati rute distribusi yang panjang dan tersentuh oleh banyak tangan. Sebelum membuka tutupnya atau menuang isinya ke dalam gelas, pastikan untuk membuang debu dan kuman yang menempel pada bagian luar kemasan agar tidak ikut tertuang ke dalam hidangan.
6. Seluruh Sayuran dan Buah Segar
Tepati prosedur standar keamanan pangan dengan mencuci seluruh sayuran dan buah segar, baik yang akan dimakan mentah sebagai lalapan maupun yang hendak dimasak. Ahli gizi Casey Seiden menegaskan bahwa Anda tidak memerlukan sabun khusus atau larutan cuka; cukup bilas bahan pangan menggunakan air mengalir bersuhu ruang untuk meluruhkan kontaminan di permukaannya.
