
Jakarta – Perjalanan Ellie Crabtree menurunkan berat badan hampir 40 kilogram bermula dari kebiasaan makan yang tidak terkontrol. Perempuan asal Cumbria, Inggris, itu kemudian mengubah pola hidupnya, termasuk mengurangi roti yang sebelumnya sering dikonsumsi dalam jumlah banyak.
Ellie, yang kini berusia 22 tahun, mengalami kenaikan berat badan cukup drastis setelah melewati masa sulit dalam hidupnya. Pada 2022, ayahnya, Geoff, diketahui mengidap kanker tulang stadium akhir.
Situasi tersebut membuat kondisi emosional Ellie terganggu. Makanan kemudian menjadi salah satu cara yang digunakannya untuk mengatasi perasaan yang dialami.
Makan roti dalam jumlah banyak
Saat itu Ellie kerap melewatkan sarapan dan kemudian mengonsumsi roti dalam jumlah besar. Dalam sekali makan, ia bahkan bisa menghabiskan sekitar setengah bungkus roti berukuran besar.
Roti tersebut terkadang disantap bersama makanan Chinese food yang dipesan. Ia juga sering mengonsumsi cokelat dan makanan cepat saji.
Kebiasaan tersebut membuat berat badannya meningkat hingga sekitar 30 kilogram dalam kurun waktu satu tahun.
Namun, keinginan untuk mengubah hidup mulai muncul setelah Ellie melihat sebuah foto terakhir dirinya bersama sang ayah. Ia merasa tidak nyaman dengan penampilannya dan mulai menyadari bahwa dirinya perlu melakukan perubahan.
Ayahnya kemudian meninggal dunia pada September 2023. Setelah itu, Ellie mulai mengambil langkah untuk mengubah pola makan dan gaya hidupnya.
Mulai menghitung asupan kalori
Dikutip dari DailyMailUK, Ellie mulai menerapkan pola makan dengan defisit kalori. Ia juga mengganti pilihan makanannya dengan menu yang dianggap lebih bernutrisi dan tinggi protein.
Beberapa makanan yang masuk ke dalam menu hariannya antara lain oat, yoghurt, telur, ayam, keju cottage, dan salad.
Tak hanya mengubah makanan, Ellie juga mulai meningkatkan aktivitas fisik. Ia rutin berolahraga hingga berhasil memangkas berat badan sekitar 25 kilogram.
Setelah mengalami penurunan tersebut, ia memutuskan untuk bergabung dengan pusat kebugaran atau gym.
Turun 13 kilogram lagi untuk kompetisi binaraga
Perjalanan Ellie tidak berhenti setelah berat badannya turun 25 kilogram. Ia kemudian memberikan tantangan baru kepada dirinya dengan mengikuti kompetisi binaraga.
Untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tersebut, Ellie menjalani program diet dan latihan yang lebih ketat. Hasilnya, ia kembali kehilangan sekitar 13 kilogram berat badan.
Meski berhasil mencapai target, proses tersebut ternyata tidak selalu mudah. Ellie mengaku sempat merasakan tekanan secara mental akibat tuntutan diet dan latihan yang intens.
Kini, ia memilih menjalani pola makan yang lebih seimbang. Berat badannya pun berada di sekitar 66 kilogram.
Berhenti makan roti bukan satu-satunya kunci
Bagi Ellie, perubahan yang terjadi bukan semata-mata karena menghilangkan roti dari menu. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan bagian dari proses memperbaiki hubungan dengan makanan setelah sebelumnya menggunakan makanan sebagai pelarian emosional.
Ia kini bekerja sebagai pelatih penurunan berat badan dan membantu perempuan lain mencapai kondisi tubuh yang lebih sehat.
Pengalaman tersebut juga membuat Ellie tidak lagi menganjurkan diet ekstrem atau mengharuskan seseorang menghapus seluruh jenis makanan dari menu.
Baginya, keberhasilan menjaga berat badan lebih berkaitan dengan membangun kebiasaan makan yang sehat, seimbang, dan dapat dijalankan dalam jangka panjang.
Kisah Ellie menunjukkan bahwa perubahan berat badan tidak hanya dipengaruhi oleh satu jenis makanan. Pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, kondisi emosional, serta kebiasaan sehari-hari juga memiliki peran penting dalam proses mencapai berat badan yang sehat.
