
Jakarta – Air lemon kerap dijadikan minuman sehari-hari karena rasanya menyegarkan dan cara membuatnya praktis. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kebiasaan mengonsumsi air lemon tidak justru menimbulkan masalah.
Cukup mencampurkan perasan lemon dengan air, minuman ini sudah bisa dinikmati. Sebagian orang juga menambahkan madu, irisan mentimun, atau daun mint untuk memberikan rasa yang berbeda.
Air lemon sering dikaitkan dengan sejumlah manfaat, mulai dari membantu memenuhi kebutuhan cairan, mendukung asupan vitamin C, hingga menjadi pilihan minuman rendah kalori bagi orang yang sedang mengatur pola makan.
Meski begitu, cara mengonsumsinya juga perlu diperhatikan. Dr. Eric Berg DC pernah membahas sejumlah kesalahan yang menurutnya umum dilakukan saat minum air lemon melalui kanal YouTube miliknya.
Berikut beberapa kebiasaan yang sebaiknya diperhatikan.
1. Mengonsumsi Air Lemon Tepat Sebelum Makan
Waktu minum menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Dr. Berg menyarankan agar air lemon tidak dikonsumsi persis sebelum makan.
Kandungan asam sitrat dalam lemon dapat memengaruhi kondisi saluran pencernaan. Karena itu, ia menyarankan memberikan jeda sebelum waktu makan.
Sebagai alternatif, air lemon dapat diminum sekitar 30 menit hingga satu jam sebelum makan.
2. Meneguk Perasan Lemon Tanpa Dicampur Air
Kesalahan lainnya adalah mengonsumsi air lemon dalam bentuk yang terlalu pekat atau bahkan langsung dari perasannya.
Lemon memiliki tingkat keasaman yang tinggi. Jika cairan yang sangat asam terlalu sering bersentuhan langsung dengan gigi, lapisan enamel berpotensi mengalami kerusakan.
Karena itu, perasan lemon sebaiknya diencerkan terlebih dahulu menggunakan air putih. Menggunakan sedotan juga dapat membantu mengurangi kontak minuman asam dengan permukaan gigi.
3. Tetap Minum Saat Lambung Sedang Bermasalah
Air lemon tidak selalu cocok untuk semua orang. Mereka yang sedang mengalami gangguan lambung atau sariawan sebaiknya lebih berhati-hati mengonsumsinya.
Rasa asam dari lemon dapat membuat bagian tubuh yang sedang sensitif terasa semakin tidak nyaman. Sensasi perih atau terbakar setelah minum air lemon juga sebaiknya tidak diabaikan.
Jika muncul keluhan tersebut, sebaiknya hentikan konsumsi dan perhatikan kondisi tubuh.
4. Dikonsumsi oleh Orang dengan Alkalosis
Orang dengan kondisi medis tertentu juga perlu berkonsultasi sebelum menjadikan air lemon sebagai minuman rutin.
Salah satunya adalah alkalosis, yaitu kondisi ketika darah memiliki kadar basa yang terlalu tinggi sehingga pH darah berada di atas batas normal.
Kondisi tersebut dapat disertai gejala seperti pusing, mati rasa atau kesemutan, napas menjadi lebih cepat, hingga jantung berdebar.
Karena itu, orang yang memiliki kondisi medis tertentu sebaiknya tidak sekadar mengikuti tren minum air lemon dan perlu berkonsultasi dengan tenaga medis terlebih dahulu.
Jangan Asal Minum Air Lemon
Air lemon memang dapat menjadi alternatif minuman yang menyegarkan dan rendah kalori. Namun, manfaatnya tidak berarti semua orang bisa mengonsumsinya tanpa memperhatikan cara dan kondisi tubuh.
Mengencerkan lemon dengan air, menjaga kesehatan gigi, memperhatikan kondisi lambung, serta berkonsultasi dengan dokter bila memiliki kondisi medis tertentu merupakan beberapa hal yang penting diperhatikan sebelum menjadikannya bagian dari rutinitas harian.
